Antrian Mengular di Jalan Kurun Palangka Raya, Diduga Akibat Angkutan PBS Berlogo BUMDes

PALANGKA RAYA, VOICE BORNEO.COM – Hari ini Jumat (18/11/2022). Tampak terjadi antrian “mengular” panjangnya mencapai 5 kilometer di ruas Jalan Trans Kurun Palangka Raya, tepatnya di Desa Rabauh, Kecamatan Sepang, Kabupaten Gunung Mas.

Parahnya lagi, jalan trans Kurun ke Palangka Raya yang mengalami antrian ini diduga dipicu oleh angkutan truk dari PBS-PBS bahkan ada stiker bertuliskan BUMDes.

Akibatnya, para pelintas dari kendaraan roda dua, hingga roda empat milik masyarakat harus rela mengantri berjam-jam di wilayah desa Rabauh tersebut.

Sesep (35) salah satu warga pelintas, diakuinya dia berangkat dari rumah sekitar pukul 9 pagi. Tetapi, kenyataannya di jalan malah terjebak macet dan mengantri hingga berjam-jam di jalan ini.

“Waduh mas, kita berangkat biasanya kalau dari jam 9 pagi, paling tidak melintas di desa Rabauh ini, jam 10 udah itupun bisa sampai di Sepang, ini kita sudah 2 jam ngantri di Rabauh ini saja,” katanya.

Menurut dia, penyebab utama kemacetan yang terjadi yakni akibat angkutan perusahaan yang terlalu besar dan banyak, sehingga ada tidak sedikit yang mengalami truk yang terbalik.

Maka berdampak pada jalan untuk mobil minibus yang mengangkut penumpang dan barang terganggu. Belum lagi, katanya, kalau ada mobil ambulance yang membawa pasien bisa mereka terjebak juga karena jalan rusak dan macet itu.

“Yang kasihan lagi ada mobil ambulance yang membawa pasien, bisa-bisa ikut juga terjebak seperti kami ini, kan kasian,” tutur dia.

Sementara itu, ada beberapa Anggota DPRD Kabupaten Gunung Mas salah satunya Untung J Bangas menyoroti angkutan dari perusahaan yang berlogo/stiker Bumdes di tiga kecamatan.

“Apa adakah Panyung Hukum yang memperbolehkan BUMDES, mengangkut hasil produksi milik PBS-PBS dan apakah kegiatan yang dilakukan oleh armada BUMDES tersebut tidak menimbulkan dampak social di masyarakat,” tegasnya.(Red)

Total Page Visits: 523 - Today Page Visits: 8

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *