Buruh Adalah Faktor Produksi Utama, DPRD Barsel Terus Kawal Keseimbangan Ekonomi dan Keadilan Sosial
BUNTOK – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Barito Selatan (Barsel), Edy, menekankan pentingnya peran buruh sebagai motor penggerak roda ekonomi daerah maupun nasional. Menurutnya, buruh bukan sekadar tenaga kerja, melainkan elemen vital dalam menjaga stabilitas makroekonomi melalui tingkat konsumsi masyarakat.
Dalam keterangannya, Edy menjelaskan bahwa partisipasi tenaga kerja yang produktif memiliki korelasi langsung dengan kecepatan perputaran ekonomi.
“Buruh adalah faktor produksi utama. Dalam konteks makroekonomi, mereka tidak hanya berperan sebagai tenaga kerja, tetapi juga sebagai penggerak konsumsi yang menopang pertumbuhan ekonomi,” ujar Edy.
Ia menambahkan bahwa semakin sejahtera para pekerja, maka daya beli masyarakat akan meningkat, yang pada akhirnya mempercepat pertumbuhan ekonomi di wilayah Barito Selatan.
Namun, Edy memberikan catatan penting bahwa fokus pembangunan ketenagakerjaan tidak boleh hanya bertumpu pada kuantitas atau jumlah buruh semata. Hal yang lebih mendesak untuk didorong adalah peningkatan kualitas, produktivitas, dan kesejahteraan.
Tenaga kerja yang terlatih mampu memberikan kontribusi optimal bagi dunia usaha. Ekonomi yang kuat lahir dari tenaga kerja yang memiliki kepastian hukum dan perlindungan sosial Tingkat kesejahteraan yang baik adalah jaminan bagi keberlangsungan daya beli.
Menjelang peringatan Hari Buruh, Edy mengajak semua pihak untuk menjadikan momen tersebut sebagai titik balik penguatan kebijakan yang berpihak pada keadilan. Ia menegaskan bahwa DPRD Barsel akan terus berkomitmen mengawal setiap regulasi agar tetap selaras antara kemajuan dunia usaha dan hak-hak pekerja.
“Peringatan Hari Buruh harus menjadi momentum untuk memastikan kebijakan yang kita ambil benar-benar memperkuat peran buruh, sekaligus menjaga keseimbangan dengan keberlanjutan dunia usaha,” tegasnya.
DPRD Barsel berharap agar ke depannya, pertumbuhan ekonomi di Barito Selatan tidak hanya terlihat secara angka, tetapi juga dirasakan manfaatnya secara nyata oleh seluruh lapisan pekerja demi terwujudnya keadilan sosial.(gor)

