Peringati Hari Buruh,Anggota DPRD Tekankan Perlindungan Hak Buruh di Barito Selatan

BUNTOK – Anggota DPRD Kabupaten Barito Selatan (Barsel), Ahmad Rizki, menyampaikan pesan mendalam dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional (May Day). Baginya, 1 Mei bukan sekadar seremoni tahunan atau tanggal merah di kalender, melainkan momentum krusial untuk merefleksikan pemenuhan hak-hak pekerja secara global maupun lokal.

“Hari Buruh adalah pengingat bahwa hak-hak pekerja harus dijalankan dengan tegak demi mencegah praktik kapitalisme yang eksploitatif. Di balik setiap angka pertumbuhan ekonomi yang kita banggakan, ada cucuran keringat jutaan buruh yang wajib kita hargai dan lindungi,” ujar Ahmad Rizki.

Dalam momen ini, politisi muda tersebut memberikan catatan kritis kepada perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayah Barito Selatan, khususnya di sektor pertambangan. Hal ini didasari oleh adanya aduan advokasi masyarakat terkait gelombang pemberhentian karyawan seiring pembatasan produksi batu bara.

Rizki mengungkapkan, pihaknya menerima laporan adanya oknum perusahaan yang diduga sengaja “mencari-cari kesalahan” pekerja agar bisa melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) tanpa mengikuti prosedur yang sah.

“Kami menekankan dengan keras bahwa setiap perusahaan wajib mematuhi mekanisme yang tertuang dalam Peraturan Perusahaan (PP) atau Perjanjian Kerja Bersama (PKB) mereka sendiri. Tidak boleh ada keputusan PHK sepihak,” tegasnya.

Ia mengingatkan bahwa proses pemberhentian harus melalui tahapan formal, mulai dari Surat Peringatan (SP1, SP2, hingga SP3) serta proses bipartit yang sah sesuai dengan regulasi yang telah disahkan oleh Dinas Tenaga Kerja.

“Baru-baru ini kami mengawal aduan pekerja tambang yang terancam PHK tidak sesuai prosedur. Beruntung, masalah tersebut dapat diselesaikan dengan baik melalui mediasi. Namun, ini harus menjadi pelajaran bagi perusahaan lain agar tidak main hakim sendiri terhadap nasib karyawan,” tambahnya.

Menutup pernyataannya, Ahmad Rizki mengajak seluruh elemen di Barito Selatan untuk menjadikan Hari Buruh sebagai titik balik terciptanya hubungan industrial yang harmonis.

“Selamat Hari Buruh untuk seluruh pejuang ekonomi di Indonesia, khususnya di Bumi Dahani Dahanai. Mari kita pastikan kesejahteraan buruh terjaga, karena mereka adalah pilar utama penggerak roda ekonomi daerah,” pungkasnya.(gor)

Total Page Visits: 855 - Today Page Visits: 3

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *