BPOM Gandeng Dinkes Kapuas Cek Aneka Menu Bukber dan Takjil di Pasar Ramadhan

Kapuas – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Palangka Raya bekerja sama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kapuas melakukan pengecekan terhadap makanan, minuman, dan takjil di Pasar Ramadhan Jalan Maluku, Kuala Kapuas, Selasa 4 Maret 2025.

Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan seluruh hidangan yang dijual aman, higienis, dan bebas dari zat berbahaya seperti pewarna tekstil serta pengawet yang dilarang dalam makanan.

Tim gabungan melakukan inspeksi dengan mengambil sampel berbagai jenis makanan dan minuman yang dijual oleh pedagang. Sampel tersebut kemudian diuji langsung di lokasi menggunakan alat uji cepat untuk mendeteksi kandungan zat berbahaya seperti boraks, formalin, rhodamin B, dan metanil yellow yang kerap ditemukan dalam makanan berisiko.

Kepala BPOM Palangka Raya, Ali Yudi, mengatakan bahwa pengawasan ini dilakukan untuk melindungi masyarakat dari potensi bahaya kesehatan akibat konsumsi makanan yang mengandung bahan kimia berbahaya.

“Kami ingin memastikan bahwa makanan yang dikonsumsi saat berbuka puasa aman dan tidak menimbulkan risiko kesehatan,” ujarnya.

Ia menyampaikan,kegiatan dan pengawasan dalam rangka Ramdhan dan lebaran BPOM Palangka Raya bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas menyelenggarakan 2 kegiatan dimana melakukan pemeriksaan sarana distribusi pangan di beberapa titik di temukan beberapa produk yang sudah masuk masa experie dan mengalami kerusakan.Sehinga du minta kepada pemilik toko agar dilakukan retur barang kepada distributor untuk dilakukan pemusnahan.

“Kami melakukan pemeriksaan jajanan makanan takjil di pasar ramadhan dengan pengambilan sampel sebanyak 32 produk makanan diantaranya kerupuk,kue dan minuman es,dari hasil pemeriksaan semuanya aman dari bahan berbahaya,”ungkapnya.

Ditambahkan Kepala BPOM Palangka Raya, bahwa masyarakat di Kota Kuala Kapuas jangan khawatir membeli makan atau takjil di pasar ramadhan yang disediakan oleh Pemerintah Daerah.

“Kami membeli sampel langsung di lakukan pengujian sederhana,apa bila makanan tersebut mengandung bahan berbahaya berupa borax dan formalin akan menunjukan reaksi tertentu sesuai dengan rekasi kimianya,”imbuhnya.

Ia mengimbau kepada para pedagang takjil dan makan kuliner sebelumnya di lakukan edukasi baik yang memproduksi dan hanya memasarkan agar memahami ciri ciri bahan berbahaya seperti apa.Kemudiam hasil pemeriksaan menunjukan negatif,tetap di pertahankan.Jangan sampai mencederai dengan menambah bahan yang mengandung kimia berbahaya.

“Kami memberikan edukasi kepada pedagang agar tetap mempertahankan kualitas jajanan dan makanan kuliner serta takjil jangan sampai menambah bahan kimia berbahaya,” tutur Ali Yudi.

Total Page Visits: 344 - Today Page Visits: 1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *