Dari Jalanan Berlumpur hingga Gedung Menjulang, Jejak Muhammad Nasution Mengabdi Lewat Jurnalis

 

Penulis : TIGOR ROLANDO SINAGA

Di balik deretan berita yang setiap hari dibaca masyarakat barito utara, ada sosok yang diam-diam menghabiskan puluhan tahun hidupnya di jalanan, menembus hujan, lumpur, hingga pelosok desa demi mencari sebuah fakta. Sosok itu adalah Muhammad Nasution, wartawan media Ini Kalteng yang telah mengabdikan dirinya di dunia jurnalistik selama kurang lebih 26 tahun.

Bagi pria berusia 56 tahun itu, menjadi wartawan bukan sekadar profesi. Ada panggilan hati yang tumbuh dari keresahan melihat kondisi lingkungan dan kehidupan masyarakat di sekitarnya. Dari sanalah langkahnya dimulai.

Nasution mengenang, sekitar tahun 2010 dirinya semakin yakin bahwa dunia jurnalistik adalah jalan hidup yang memberinya banyak manfaat. Baginya, wartawan bukan hanya penulis berita, tetapi juga jembatan pengetahuan dan penghubung banyak manusia dari berbagai latar belakang.

wartawan harus mampu menyesuaikan diri dengan siapa pun narasumber yang ditemui. Ia mengibaratkan wartawan seperti manusia bunglon, yang harus cepat beradaptasi dengan situasi dan topik pembicara nilai lebih dalam profesi jurnalistik.

Namun perjalanan panjang itu tentu tidak selalu mudah. Nasution mengaku banyak tantangan yang harus dihadapi selama bertugas di lapangan, terutama saat meliput peristiwa kriminal di wilayah pedalaman.

Tidak jarang ia harus menempuh perjalanan jauh menuju desa-desa dengan akses yang sulit dijangkau. Jalan rusak, minimnya infrastruktur, hingga biaya bahan bakar menjadi hambatan yang hampir selalu ditemui saat melakukan peliputan.

Meski demikian, berbagai kesulitan itu justru menjadi bagian dari cerita hidup yang membentuk dirinya sebagai wartawan. Dari perjalanan panjang tersebut, Nasution juga menjadi saksi perkembangan Kabupaten Barito Utara dari masa ke masa.

Perubahan itu menjadi bukti bagaimana waktu dan pembangunan mengubah wajah daerah. Dan selama puluhan tahun, Nasution menjadi salah satu saksi hidup yang merekam setiap perubahannya lewat tulisan.

Bagi Nasution, wartawan bukan hanya pekerjaan mencari berita. Lebih dari itu, jurnalistik adalah pengabdian untuk menyampaikan kenyataan kepada masyarakat, sekaligus menjadi catatan sejarah sebuah daerah dari masa ke masa.

 

Total Page Visits: 23 - Today Page Visits: 23

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *