Diduga Menyimpang, Tidak Diusulkan Gang “Siluman” Dibangun Megah, Kenapa?
BUNTOK – Masyarakat Desa Sababillah, Kecamatan Dusun Selatan, Kabupaten Barito Selatan (Barsel), merasa aneh dan mempertanyakan proyek pembuatan gang terbilang cukup megah, yang letaknya di belakang Kantor Pengadilan Agama Buntok, Desa Sababilah.
Keanehan itu disampaikan Kadirman (45) Warga Desa Sababilah, lantaran proyek pembuatan gang yang menggunakan dana sebesar Rp 461 juta dengan panjang kurang lebih 300 meter tersebut, tidak pernah diusulkan oleh masyarakat maupun pemerintah desa sebelumnya.
“Sepengetahuan saya gang tersebut tidak pernah diusulkan masyarakat atau pemerintah desa, karena urgensi nya tidak ada. Sebab disekitar gang tersebut hampir tidak ada rumah orang. Malahan usulan perbaikan jalan yang sudah rusak bertahun-tahun, tidak diakomodir,” ungkap Kadirman salah satu tokoh masyarakat Desa Sababillah yang juga mantan aktivis tersebut, kepada awak media, Selasa (15/3/22).
Dirinya menyatakan tidak mengetahui itu proyek apa, apakah proyek pribadi atau proyek milik Pemerintah Daerah Kabupaten Barito Selatan (APBD). Karena sepengetahuan dirinya, itu bukan proyek milik Pemerintah Desa Sababilah.
“Saya dengar kabar sebagian besar pemilik tanah disekitar proyek tersebut, diduga milik salah satu oknum pejabat. Mungkin lantaran kepentingan itu, proyek tersebut diadakan. Makanya saya berharap, agar dugaan proyek siluman ini di audit kembali dan di periksa oleh tim Tipikor Polres Barsel. Mana perlu dibuat terang bederang hingga diproses sesuai dengan aturan yang berlaku, bilamana memang ada unsur-unsur tindak pidana korupsinya,” tandas ketua RW 002 Sababilah tersebut.
Saat hal ini dikonfirmasi kepada Kepala Desa Sababilah, Ardinto mengatakan, bahwa dirinya baik secara pribadi ataupun pihak Pemdes, juga sebelumnya tidak mengetahui terkait proyek pembuatan gang tersebut.
“Ya, saya juga awalnya tidak mengetahui perihal proyek itu. Saya baru mengetahui setelah ada komplain dari salah tokoh masyarakat Sababilah, Bapak Frans Sasenoh mantan Kades terdahulu, yang mempertanyakan proyek tersebut. Serta komplain lantaran proyek tersebut diduga sebagian terkena tanah masyarakat sekitarnya,” ungkap Ardinto.
Ia menegaskan, karena sebenarnya pihaknya pribadi dan Pemdes Sababilah pun, tidak pernah mengusulkan pembangunan jalan tersebut.
“Entah apa nama jalan tersebut saya juga tidak tahu. Justru yang kami usulkan bertahun-tahun sebagai prioritas pembangunan, pada setiap kegiatan Musrenbang Kecamatan Dusun Selatan, adalah pembangunan atau perbaikan jalan Temanggung Jaya Karti yang menuju arah pasar desa dan juga Jalan Simon Raya menuju kuburan muslimin. Sebagai sarana publik yang harusnya menjadi prioritas utama, bukan membangun jalan yang justru secara azas manfaat belum saatnya,” tandasnya.
Saat dikonfirmasi awak media melalui pesan whatsapp, Kabid Bina Marga Dinas PUPR Barsel Taufik menuliskan, yang dibuat itu bukan gang, melainkan itu jalan induk blok penghubung antar 2 jalan, menuju Jl. Jayakarti atau Pasar Sababilah.
“Itu jalan sudah lama ada, cuma tidak terurus. Yang mana jalan yang rusak bertahun tahun itu?” dirinya mempertanyakan terkait usulan perbaikan jalan rusak.
Ia mengungkapkan, bahwa Kepala Desa Sababilah sudah acc pelaksanaan jalan itu, dan tahun ini ada lanjutannya.
“Sudah disurvey dengan kadesnya. Siapa lagi yang protes? Tolong saya minta masyarakat yang tidak setuju siapa, penduduk mana? Kepentingannya apa dengan proyek tersebut?,” tulisnya yang terkesan arogan.
Saat ditanyakan tekait informasi, bahwa proyek tersebut dibuat karena untuk kepentingan lokasi tanah salah satu oknum pejabat, dirinya menampik informasi itu.
“Ga ada hubungan dengan pejabat. Jalan yang dikerjakan 2021 itu jalan lama, yang digunakan masyarakat Perumnas Sababilah, ke pasar karena lebih dekat daripada memutar ke jalan nasional menuju Jl. Jayakarti. Karena beda arahnya,” terangnya.
Ia menambahkan, proyek itu muncul karena ada usulan masyarakat, ada renja dinas dan ada aspirasi dari DPRD Barsel.
“Yang pegang peta jalan dan peta ruang kan kami sama Bappeda. Memang ada direnja dinas kami. Kan salah satu dari 3 sumber itu bisa menjadi proyek,” ungkapnya.
Saat awak media ingin mengonfirmasi wawancara langsung kepada dirinya, Taufik mengatakan sedang dalam perjalanan menuju Kota Banjarmasin.
“Maaf saya otw Bjm (Banjarmasin-red) pa. Hari senin aja,” tulisnya singkat.
Namun, saat awak media menghubungi ingin menemui pada hari Senin yang telah dijanjikannya, hingga sampai saat berita ini ditayangkan Kabid BM PUPR Barsel tersebut tidak memberikan jawaban. (tim)

