Beruang Makin Agresif, BKSDA Harus Sosialisasikan Kepada Masyarakat
SAMPIT, VOICEBORNEO.COM – Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur atau Kotim, Syahbana mengatakan, sekarang ini banyak kasus kemunculan beruang dan gangguang hingga pengrusakan di Kotim oleh beruang yang semakin agresif.
Untuk itu ia meminta pemerintah daerah bersama dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam atau BKSDA melakukan sosialisasi kewaspadaan terhadap warga yang tinggal di daerah kemunculan beruang.
“Kita harus antisipasi dan cegah supaya tidak ada korban. Disini perlu peran pemerintah daerah dalam hal itu apakah pemerintah kecamatan ataupun pemerintah desa lebih proaktif memberikan sosialisasi kepada warga untuk mewaspadai kemunculan beruang,” kata Syahbana pada Jumat, 14 Januari 2022.
Politikus Partai Nasdem ini menegaskan, fenomena munculnya beruang ini bukanlah hal baru, disinyalir lantaran rusaknya habitat beruang sehingga mencari makan kepemukiman warga.
“Namun kenapa bisa belakangan ini semakin mengganas sampai membobol pondok warga, apakah karena habitatnya sudah tidak ada lagi atau rantai makanannya sudah punah. Sehingga melakukan pengrusakan, ini perlu disampaikan kepada masyarakat,”ujarnya.
Menurut Syahbana apabila diduga kehilangan habitat, maka sangat mungkin saja terjadi ataupun kehilangan siklus rantai makanannya. Karena dalam kurun 10 tahun terakhir ini ekspansi dari perusahaan perkebunan di daerah itu kian masif.
Hutan rawa baik di belakang perkampungan dan di seberang sungai kini terus dibabat dan disulap menjadi areal perkebunan kelapa sawit.(Red)

