Dewan Ingatkan Lebih Utamakan Mutu dan Kualitas Pekerjaan Proyek

SAMPIT – Anggota Fraksi Golkar DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Abdul Kadir meminta, agar permerintah daerah mengawasi secara ketat pelaksanaan proyek yang akan berjalan di lapangan.

Hal ini merupakan sangat penting. Sebab tanpa mutu yang baik, pekerjaan yang menghabiskan biaya ratusan juta tersebut, tak dapat dinikmati masyarakat.

“Kami minta kepada Pamkb agar bisa mengawasi pekerjaan dikerjakan sesuain dengan harapan kita dilapangan,” ujarnya, Jumat (26/3/2021).

Alasan ini ujarnya, cukup jelas sebab tidak jarang ada kontraktor yang bekerja terkesan tidak memperhatikan aspek kualitas pekerjaan. Apalagi lokasi yang berada jauh dari public seperti di daerah pedalaman. Mereka berusha menciptakan biaya seminimal mungkin untuk meraup untung besar.

“Kita tidak mau APBD ini digunakan untuk kualitas yang asal-asalan,” tegas Legislator yang juga anggota Komisi I DPRD Kotim ini.

Dia menjelaskan, tugas pengawasan pekerjaan yang dilakukan pemerintah tidak hanya dilakukan wakil rakyat yang jumlahnya terbatas. Olehkarena itu, masyakat juga harus dilibatkan dalam pengawasan yang berfungsi sebagai sosial kontrol.

“Kalau pengerjaan pembangunan yang dilakukan berjalan baik dan sesuai dengan aturan yang ada. Tentunya akan menghasilkan dengan kualitas yang baik . karena itu peran penting masyarakat dalam melakukan pengawasan pembangunan di daerah,” ujarnya.

Lanjutnya, berbagai proyek pembangunan seperti jalan dan jembatan yang dilakukan pemerintah saat ini sudah cukup bagus, namun, masih saja ada pengerjaan yang dikeluhkan masyarakat. Hal itu sering disampaikan masyarakat reses atau kunjungan kerja ke daerah
.
“Tujuan pengawasan itu bukan untuk mencari salah dari pemerintah maupun rekanan. Tapi bertujuan untuk memberikan masukkan agar pemerintah dapat menjalakan tugasnya dengan baik sesuai dengan aturan,” demikiannya.
(re)

Total Page Visits: 350 - Today Page Visits: 1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *