Ini Pengakuan Kades Tumbang Korik, soal Rumah Tangganya dengan Sang Istri
KUALA KURUN, VOICEBORNEO.COM – Sempat menghebohkan jagad dunia maya, dan menjadi buah bibir di kalangan masyarakat. Khususnya di Kabupaten Gunung Mas (Gumas).
Kabar itupun, sempat dimuat dalam kanal berita dengan judul “Tak Tahan Diduakan, Istri seorang Oknum Kades di Gunung Mas Buka Suara”
Hal itu, dipicu YP istri pertama Kades Desa Tumbang Korik, Kecamatan Kahayan Hulu Utara, Kabupaten Gunung Mas (Gumas) buka suara.
Lantaran kecewa dengan sikap kades yang seolah acuh dan menikah kedua kali akan tetapi meninggal, namun sekarang belum ada kejelasan rujuk atau tidaknya.
Kades Tumbang Korik, IM (47) saat mengklarifikasi, mengakui hubungan rumah tangganya sedang tidak baik-baik saja. Karena, dalam pengakuannya pernah menikah dengan seorang perempuan warga Desa Sanamang, Kabupaten Katingan dan sudah meninggal.
“Saya akui saya pernah menikah dengan wanita lain itu atas persetujuan istri pertama dan yang bikin suratnya pak Mantir Adat Barong, dan istri kedua itu sudah meninggal,” ucapnya, Sabtu(8/1/2022).
Tak hanya itu, dia mengakui didalam foto yang beredar di facebook, hanya sebatas teman, sedangkan lokasinya berada didalam gereja yang ada di Kecamatan Rungan, saat perayaan natal pisah sambut tahun baru.
“Itu cuma foto biasa saja itu, hanya batas teman ada keluarga juga disitu, ketemunya bulan Desember 2021, saat pisah sambut tahun baru, di gereja di Jutuh saya ketemu sama dia,” ujarnya.
“Cewe itu, yang berani menguplaod foto itu karena dia melihat statusnya ibu kades, kalau hubungan saya sama dia hanya sebatas teman kita, dan tidak ada melakukan zinah,” sambungdia.
Kades ini juga menyatakan kalau hubungannya, dengan istri pertama memang sudah pisah ranjang sudah sejak lama, dan sejak beristri dua.
“Dia(YP) mengajak saya kembali ngak mau saya sudah, diajak bikin surat cerai dia gak mau oleh saya masih kadesa bilangnya, terpaksa bikin surat pernyataan aja dulu,” ujarnya.
Ditanyakan soal, tanggungjawab sebagai kepala keluarga, diterangkan dia, ia sering memberikan uang bahkan dikirim.
Karena ditututur dia , istrinyapun tidak tau kalau dia sering memberikan uang ke anak mereka, dan kalau soal tidak aktif didalam pemerintahan desa itu juga tidak dibenarkannya.
“Terakhir saya kasih uang Rp 10 juta di bulan Juni atau Juli 2021 lalu, ada buktinya punya saya, rapat sering, pak camat ada melihat saya, sampai ketemu ibu bupati di di Tumbang Sian ada, dan saya tetap jalani tugas saya,” katanya.
Dia menegaskan, untuk kembali mengarungi bahtera rumah tangga lagi dengan sang istri pertamanya, dinyatakannya lagi, sikapnya untuk mengungat cerai si istrinya.
“Rasa cinta saya sama dia sudah tidak ada lagi habis jodoh, tidak ada sama sekali,” tandas dia.(Red)

