Warga Dandang Ini Patah Kaki, Diduga Usai Tabrakan Dengan Truk

KUALA KURUN – Nahas dialami pemotor Yamaha Vixion warna Hitam berplat KH 3340 AA dikendarai Oktandi Candra (20) warga Desa Dandang, ia mengalami luka robek ditangan kanan dan patah tulang paha kanan. Usai dihantam alias ditabrak dam truk merk Mitsubishi Canter bernopol KH 8204 TA dikemudikan AF (39) warga Patengkep Tutui, Kabupaten Barito Timur.

Peristiwa terjadi  itu, diduga setelah mengangkut hasil produksi batu bara melalui Jalan Lintas Kurun Palangka Raya-Kurun tepatnya di Desa Rabauh, Kecamatan Sepang, Kabupaten Gunung Mas (Gumas) pada Sabtu (31/7/2021) lalu sekitar pukul 12.30 WIB.

Informasi dari Kepolisian menyebut, kejadian berawal saat itu pengendara motor yang ditungangi Oktandi bersama temannya Nardi L Mihing melaju dari arah Kuala Kurun menuju ke kota Palangka Raya.

Setibanya di Desa Rabauh, datang arah berlawanan dari Palangka Raya menuju Kuala Kurun sebuah truk yang dikemudikan AF. Karena jarak keduanya terlalu dekat, sehingga kejadian tabrakan pun tak bisa dihindari.

Akibatnya, motor Vixion tersebut mengalami ringsek, serta korban mengalami luka robek dilengan kanan dan patah tulang kaki kanan bagian paha, dan penumpangnya mengalami luka lecet kaki sebelah kanan bagian telapak kaki.

Disana keduanya sempat mendapatkan perawatan medis ketika dibawa ke Puskesmas Sepang dan karena lukanya cukup serius maka dilarikan ke RSUD dr Doris Sylvanus Palangka Raya. Sedangkan untuk sopir truk saat itu tidak mengalami luka-luka dan selamat.

Kapolres Gumas AKBP Rudi Asriman melalui Kasatlantas Iptu Bayu Caesaria Tri Hardiyanto membenarkan kejadian tersebut, dan pihaknya setelah mendapatkan informasi langsung mendatangi lokasi dan mengevakuasi korban tabrakan tersebut ke puskesmas terdekat yakni ke Puskesmas Sepang.

“Sedang kita tangani mas, setelah kita mendapatkan informasi langsung ke TKP, evakuasi korban untuk dibawa ke puskesmas Sepang, kemudian amankan kendaran yang terlibat pada Sabtu (31/7/2021) kemarin,” ucap Iptu Bayu Caesaria, dikomfirmasi, Minggu(1/8/2021).

Selanjutnya tindakan diambil, ujar dia, yakni mencatat saksi-saksi, amankan kendaraan yang terlibat, langsung mengolah TKP. Lebih lanjut dikatakanya, faktor utama dari kejadian itu dikarenakan kedua kendaran yang terlibat, dinilai kurang berhati-hati saat mengendarai kendaran.

“Pesan kami supaya ini menjadi pelajaran bagi masyarakat semuanya untuk tetap mematuhi rambu-rambu lalulintas, apalagi kondisi jalan kita disini banyak tikungan, tanjakan, lurus apalagi di Jalur lintas. Walaupun ada marka dan rambu-rambunya,” demikian Bayu. (Krh)

Total Page Visits: 2104 - Today Page Visits: 1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *