Masyarakat Diimbau Kurangi Aktifitas di Aliran Sungai

SAMPIT – Jajaran Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), mengharapkan kepada masyarakat yang ada diwilayah belantaran sungai. Pasalnya belum lama ini terjadi serangan buaya kepada seorang nenek, yang mengakibatkan tangan kirinya putus. Sehingga hal ini membuat masyarakat resah.

Anggota DPRD Kabupaten Kotim Bima Santoso mengingatkan, agar masyarakat Kotim terutama yang tinggal di bantaran sungai mengurangi aktifitas di aliran Sungai.

“Pemerintah harus memberikan imbauan kepada masyarakat, agar masyarkat yang tinggal di bantaran sungai mengurangi aktivitas di Sungai,” katanya, Selasa (5/2/21).

Lanjutnya, terutama untuk warga yang berdomisili di bantaran sungai seperi Pelangsian, Ketapang sampai Belanti agar lebih hati-hati.

“Selain itu juga pemerintah daerah melalui BKSDA Pos Jaga Sampit, harus memasang plang imbauan. Agar kondisi dan titik berbahaya bisa dipantau,” tegasnya.

Dirinya juga mengatakan, seharusnya ada bantuan MCK dari pemerintah bagi warga yang tinggal di bantaran sungai, dan rumah-rumah lanting harusnya jangan diperbolehkan. Mengingat kondisi sungai mentaya saat ini sangat berbahaya.

“Karena bisa jadi saat masyarakat beraktifitas di sungai ataupun kegiatan lainnya, buaya muncul kembali dan menyerang. Maka dari itu masyarakat harus mengurangi kegiatan di sungai, dan jangan lagi menggunakan MCK di sungai,” pungkasnya. (re/VB)

Total Page Visits: 556 - Today Page Visits: 1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *