Penyaluran Kartu Rumah Betang Sejahtera di Barsel Capai 10.573 Penerima
BUNTOK – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) mulai menyalurkan Kartu Rumah Betang Sejahtera kepada masyarakat yang berhak menerima di Kabupaten Barito Selatan (Barsel).
Kepala Dinas PMD Provinsi Kalteng, Aryawan, menyampaikan bahwa penyaluran kartu tersebut merupakan tindak lanjut dari penugasan Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran.
“Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Hari ini kami dari tim Kartu Rumah Betang Sejahtera Provinsi Kalimantan Tengah menjalankan penugasan dari Bapak Gubernur H. Agustiar Sabran untuk menyampaikan kartu Rumah Betang Sejahtera secara fisik kepada masyarakat Kabupaten Barito Selatan yang berhak menerima,” ujar Aryawan.
Ia menjelaskan, jumlah kartu yang disalurkan untuk wilayah Barsel sebanyak 10.573 kartu bagi warga penerima manfaat yang telah terdata.
Menurutnya, setelah kartu diserahkan kepada para relawan, mereka diharapkan segera berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat agar proses penyaluran kepada masyarakat dapat berjalan dengan baik.
“Kami berharap setelah kartu ini diterima para relawan, mereka segera berkoordinasi dengan kepala desa dan langsung menyerahkannya kepada masyarakat yang namanya tercantum sebagai penerima,” jelasnya.
Aryawan juga menegaskan bahwa kartu yang sebelumnya diterima masyarakat saat kegiatan sosialisasi tidak berlaku lagi, karena kartu tersebut hanya digunakan sebagai contoh atau bagian dari tahap sosialisasi program.
“Untuk kartu yang sebelumnya diterima masyarakat saat sosialisasi itu tidak berlaku. Yang berlaku adalah kartu yang kami serahkan saat ini, karena sudah melalui proses validasi data oleh relawan dan kepala desa,” tegasnya.
Program Kartu Rumah Betang Sejahtera sendiri merupakan salah satu upaya Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program bantuan yang tepat sasaran.
“Dengan penyaluran kartu ini, diharapkan masyarakat penerima manfaat di Kabupaten Barito Selatan dapat memperoleh akses terhadap berbagai program bantuan yang telah disiapkan oleh pemerintah,”ungkapnya.
Sementara itu, Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Barsel Ita Minarni menambahkan bahwa program bantuan tersebut sangat penting bagi masyarakat kurang mampu karena bertujuan meringankan beban ekonomi.
Ia menjelaskan, penerima bantuan tidak boleh terdaftar dalam program bantuan yang sama agar tidak terjadi tumpang tindih dengan program pemerintah pusat. Untuk memastikan hal tersebut, proses identifikasi penerima bantuan dilakukan menggunakan aplikasi berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK).
“Melalui sistem ini akan diketahui siapa yang sudah menerima bantuan dan siapa yang belum, sehingga bantuan dapat tepat sasaran,” katanya.
Pemerintah daerah juga berkomitmen untuk terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak terjadi kesalahpahaman terkait program tersebut. Jika masih ada masyarakat yang berhak namun belum terdata, pemerintah akan mencari solusi alternatif agar mereka tetap bisa mendapatkan bantuan yang semestinya.
“Dengan adanya program Kartu Rumah Betang Sejahtera, diharapkan masyarakat penerima manfaat di Kabupaten Barito Selatan dapat memperoleh dukungan yang tepat sasaran serta meningkatkan kesejahteraan mereka,”terangnya.
Untuk memastikan data penerima tepat sasaran, proses identifikasi akan dilakukan melalui aplikasi berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK). Melalui sistem tersebut, relawan cukup memasukkan NIK warga sehingga akan terlihat apakah yang bersangkutan sudah menerima bantuan atau belum.
“Nanti ada aplikasinya, relawan tinggal memasukkan NIK. Dari situ akan terlihat apakah sudah menerima bantuan atau belum. Sistem ini tidak bisa dimanipulasi karena menggunakan aplikasi berbasis data kependudukan,” jelasnya.
Dengan sistem tersebut, diharapkan penyaluran Kartu Rumah Betang Sejahtera dapat berjalan transparan dan tepat sasaran bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan di Kabupaten Barito Selatan.(gor).

