Mengangkat Kearifan Lokal: Ritual Adat Balian dan Mamapas Lewu Dorong Pariwisata dan Ekonomi Daerah
Kapuas– Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disparbudpar) terus mengembangkan sektor pariwisata berbasis kearifan lokal dengan mempromosikan seni, adat, budaya, serta ekonomi kreatif daerah. Salah satu upaya tersebut adalah melalui pelestarian ritual adat Balian dan Mamapas Lewu.
Acara yang berlangsung di Balai Basarah Umat Hindu Kaharingan di mewakili Bupati Kapuas H.M Wiyatno,SP.,Asisten II Vitrianson Rangin,S.Sos.MAP.di hadiri tokoh Adat,tokoh masyarakat dan Forkopimda serta perwakilan kepala OPD di lingkup Pemkab Kapuas.
Menurut Kepala Disparbudpar, Dr. Dra. Apollonia, MA, ritual adat Balian merupakan bentuk ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dalam prosesi ini, masyarakat memberikan sesajen kepada penjaga daerah sebagai wujud penghormatan dan permohonan perlindungan. Sementara itu, ritual adat Mamapas Lewu bertujuan untuk membersihkan kampung atau daerah dari marabahaya, kesialan, dan energi negatif melalui prosesi adat tertentu.
“Kegiatan ini bukan hanya bagian dari pelestarian budaya, tetapi juga menjadi daya tarik wisata yang mampu menarik lebih banyak wisatawan dan meningkatkan perekonomian daerah,” ujar Dr. Apollonia.
Ia menjelaskan,Pemerintah daerah terus mendorong keterlibatan masyarakat dalam mempertahankan tradisi ini, sekaligus mempromosikan ritual adat sebagai bagian dari destinasi wisata budaya. Dengan meningkatnya kunjungan wisatawan, diharapkan sektor ekonomi kreatif seperti kerajinan tangan, kuliner khas, dan seni pertunjukan lokal juga semakin berkembang.Pelaksanaan ritual adat ini mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak, termasuk tokoh adat dan masyarakat setempat.
“Upaya ini diharapkan mampu memperkuat identitas budaya daerah, meningkatkan jumlah wisatawan, serta memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi lokal,”pungkasnya.

