Kapuas Siap Berlaga Di FBIM 2024
Kapuas – Sekertaris Daerah Kabupaten Kapuas, Septedy melepaskan 125 orang sebagai kontingen untuk berlaga pada Festival Budaya Isen Mulang di Kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) dalam rangka memperingati Hari Jadi Kalimantan Tengah ke 67 tahun.
Pelepasan kontingen yang berlangsung di halaman rumah Jabatan Bupati Kapuas, Jalan Jenderal Sudirman tersebut yakni dengan menyerahkan bendera pataka kepada ketua kontingen yaitu Kepala Dinas Pariwisata Pemuda Olahraga dan Ekonomi Kreatif, Dr. Dra. Appolonia, MA dan dihadiri oleh mantan Ketua DAD Kapuas, Talinting E Toepak serta Kepada OPD di lingkup Pemkab Kapuas.
Septedy mengatakan, Kontingen Kapuas yang akan mengikuti Festival Budaya Iseng Mulang (FBIM) sudah terseleksi melalui festival Tinggang Menteng Pananjung Tarung dan mereka merupakan putra-putri terbaik Kabupaten Kapuas yang nantinya menunjukan bakat, baik olahraga tradisional, pentas seni budaya seperti tarian pedalaman dan pesisir serta penampilan bakat jagau linga dan bawi kameloh.
“Jaga nama baik Kabupaten Kapuas dan persembahkan yang terbaik pada ajang festival Budaya Isen Mulang di Kota Palangka Raya nantinya,” ucap Sekda Kapuas Septedy, Sabtu (12 Mei 2024).
Disampaikannya, hasil yang nantinya dicapai pada FBIM akan menjadi bahan evaluasi pemerintah daerah untuk melakukan perbaikan kedepannya.
“Kita harapkan kontingen yang mewakili Kabupaten Kapuas bisa meraih prestasi yang setinggi-tingginya untuk mengharumkan nama Bumi Tinggang Menteng Panunjung Tarung,” ungkapnya.
Sedangkan Kepada Dinas Pariwisata Pemuda Olahraga dan Ekonomi Kreatif, Appolonia menambahkan bahwa kontingen yang diberangkatkan berjumlah 125 orang yang terdiri dari peserta dan pendamping.
Hal itu guna meningkatkan kerjasama dan kolerasi antara pemerintah daerah dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah sebagai upaya mengangkat kearifan budaya lokal agar dikenal oleh masyarakat luas.
“Mengangkat lomba olahraga tradisional sebagai budaya kearifan lokal perlu dilestarikan kepada generasi muda sehingga tak lekang oleh waktu,” terangnya.
Maka itu lanjut Appolania yang juga Ketua DWP Kabupaten Kapuas itu, bahwa melalui FBIM diharapkan akan memperkenalkan budaya-budaya lokal dari 14 kabupaten kota agar lebih dikenal dan menarik minat wisawatan untuk berkunjung ke Kalimantan Tengah.
“Khususnya wisatawan domestik maupun internasional ke Kabupaten Kapuas untuk mempelajari maupun menikmati hiburan seni budaya sehingga mendorong bertumbuhnya ekonomi kreatif,” pungkasnya. (RED)

