Rakernas Rumuskan Kebijakan Kesehatan Nasional Antara Pusat Dan Daerah

Kuala Kapuas – Kepala Dinkes Kapuas, dr Tonun Irawaty Panjaitan menyebutkan Rakernas untuk merumuskan kebijakan kesehatan Nasional antara pusat dan daerah.

Hal tersebut disampaikannya saat mengikuti rapat kerja nasional yang dilaksanakan Kementerian Kesehatan mengangkat tema ‘Melesat Menuju Indonesia Emas’. Rabu, 24 April 2024.

Kegiatan tersebut juga diikuti seluruh kepala dinas kesehatan seluruh Indonesia .

“Rakernas ini untuk merumuskan kebijakan kesehatan nasional antara pusat dan daerah, atau langkah strategis pencapaian target kinerja tahun 2025. Sekaligus mengevaluasi capaian kinerja tahun tahun 2023,” kata Tonun Irawaty Panjaitan

Ia mengatakan rakernas yang di ikuti Kepala Dinas Kesehatan dari 38 provinsi se-Indonesia untuk mengevaluasi pencapaian kinerja di tahun 2023.

“Melalui Rakernas kita bisa mengetahui pencapaian kinerja Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas di tahun 2023 serta untuk di tingkatkan lagi dalam rangka menyukseskan program nasional,” ucap dia.

Menurutnya tujuannya kegiatan ini juga untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dalam pencapaian terget nasional.

“Sesuai dengan tema ‘Melesat Menuju Indonesia Emas’. Didalamnya tentu ada target nasional yang harus di capai dengan sinkronisasi program pusat yang seragam dengan program daerah,” kata dia.

Ia menambahkan dari Rakernas ini dapat diketahui hasil capaian kinerja 2023 dan perumusan langkah strategis untuk mencapai target kinerja ke depan.

Terutama pasca diterbitkannya UU kesehatan nomor 17 tahun 2023.

Tentu ada yang berbeda dimana untuk pertama kalinya pemerintah pusat akan menyelaraskan penyusunan rencana induk bidang kesehatan sebagai haluan pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam merencanakan, menganggarkan dan mengimplementasikan program kesehatan di daerah.

“UU kesehatan menitik beratkan strategi kesehatan pada upaya mencegah masyarakat jatuh sakit melalui program promotif dan preventif,” jelas dia.

Ia mengatakan intensifkan implementasi skrining 14 penyakit prioritas termasuk pemeriksaan deteksi dini faktor resiko penyakit tidak menular dan kesehatan ibu dan anak.

Kemudian diperluas pemeriksaan hipotiroid kongenital, ibu hamil diperiksa kehamilannya 6 kali dan intensifikasi program imunisasi nasional.

“Agar program tersebut tercapai kita perlu pemenuhan 100 persen alat kesehatan Puskesmas, pustu dan posyandu dilakukan secara bertahap di tahun 2024-2028 mendatang,” pungkas dia. (RED)

Total Page Visits: 407 - Today Page Visits: 1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *