Bupati Gumas Buka Penutupan PMKS PT BMB, Solusi Tepat Untuk Masyarakat dan Karyawan

FOTO: Warga dan karyawan membubuhkan tanda tangan mendukung pembukaan pabrik PT BMB, belum lama ini.
PALANGKA RAYA – Pembukaan Pabrik Minyak Kelapa Sawit (PMKS) PT Berkala Maju Bersama (BMB) oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunung Mas (Gumas) dianggap solusi yang tepat. Tetapi, malah ada rencana aksi demo terkait ini, yang diduga titipan pihak tertentu dan tidak berpihak kepada rakyat.
Rencana akasi itu pun mengundang reaksi keras dari seorang tokoh pemuda Dayak, Wendy S. Loetan. Hal itu menurutnya diduga inisiatif pihak-pihak yang hanya memikirkan kepentingan pribadinya saja.
“Apabila aksi demo tetap dilakukan, maka dimungkinkan ada aksi tandingan dari Masyarakat. Karena langkah Bupati Gunung Mas yang memberikan kebijakan agar beroprasionalnya pabrik PT BMB, patut diberikan apresiasi dan dukungan,”jelas Wendy, Jumat (04/08/2023).
Menurut dia, pembukaan Pabrik PT BMB menjadi solusi yang tepat. Apalagi penutupan waktu itu bersifat sementara sampai pihak PT BMB memenuhi persyaratan, seperti dalam hal penanganan limbah cair.
Ternyata, saat ini hal tersebut telah dilakukan. Begitu juga dengan kepatuhan perizinan yang saat ini telah berproses di Kementrian KLHK.
“Sehubungan dengan berjalannya operasional pabrik, tentunya memberikan manfaat positif terhadap aktivitas perekonomian masyarakat di setiap desa. Apabila kita perhatikan berbagai kegiatan sehari-hari masyarakat, kini mulai berjalan normal, perdagangan, kegiatan angkutan hasil panen Petani pekebun yang mengirim hasil panennya ke pabrik PT BMB,”jelasnya.
Selain itu, tegasnya, pembukaan Pabrik PT BMB, selain memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat sekitar, tentunya menjadi angin segar. Terutama ratusan karyawan yang banyak dari warga setempat sudah bisa kembali bekerja.
“Sebelumnya, dampak negatif dari penutupan pabrik beberapa waktu yang lalu berpotensi memperburuk nasib karyawan, malah dikhawatirkan terjadinya pemutusan hubungan kerja akibat ketidakmampuan perusahaan membayar gaji akibat penghentian aktivitas pabrik,”katanya.
“Malah setelah dibukanya pabrik PT BMB, masyarakat yang menjadi karyawan di perusahaan sangat mengapresiasi langkah bijak Bupati Gunung mas, sehingga masyarakat dapat kembali berkerja normal,” tambahnya.
Terpisah, warga Desa Bangun Sari (SP5) Ringkai mengaku tidak tau harus bekerja dimana lagi. Jika aktivitas pabrik tutup. Karena kehadiran kebun dan pabrik PT BMB tentunya memberikan manfaat serta menjadi sumber mata pencaharian mereka.
“Keluarga kami perlu makan, jaminan hidup, anak anak kami perlu sekolah dan kami selama ini bergantung denga PT,” ungkapnya.
“Kalau isu limbah sampai saat ini kalau bapak mau liat sebetulnya tidak berdampak terhadap kegiatan masyarakat sehari-hari, bahkan kami tidak tau bentuk pencemaran limbah seperti apa itu,”tutupnya. (ON)
