Minyak Goreng Mahal, Begini Harapan Legislator di Gumas
KUALA KURUN, VOICEBORNEO.COM – Pihak Legislator Kabupaten Gunung Mas (Gumas) meminta dengan pemerintah daerah (Pemda) setempat, khususnya dari dinas terkait, agar melakukan pemantauan harga terkait minyak goreng yang beredar di pasar, kini harganya masih meroket tajam.
“Saat ini khusus untuk harga minyak goreng yang di jual di pasar, masih mengalami kenaikan, yang mencapai dua puluhan ribu lebih, untuk itu kami minta dengan dinas agar tetap kontrol soal harga minyak goreng yang makin naik,” ucap Anggota DPRD Gumas Elvie Esie, Senin (31/1).
Selain memantau, kata dia, pemerintah juga harus melihat kendala atau penyebab barang tersebut menjadi mahal, dan mengalami kenaikan begitu tajam. Sehingga, kedepannya masyarakat yang berada di kelas menengah ke bawah itu, tidak akan mampu menjangkau harga yang tinggi tersebut.
“Dampak oleh harga naik seperti minyak goreng itu, otomatis masyarakat kalangan bawah akan terasa dan tidak mampu menjangkau harga yang mencapai Rp 28 ribu perliter,” terang politisi dari PDIP ini.
Kendati demikian, ia berharap, pemda khususnya agar bisa memberikan antispasi apabila terjadi harga di salah satu sembako yang terjadi mahal semacam ini. Sehingga, masyarakat bawah masih bisa membeli.
“Harus ada antisiapasi, misalnya adakan pasar murah, kemudian satgas pangan diaktifkan supaya tau kendala dan kedepan dapat mengetahui apa yang terjadi,” tandas dia. (Red)

