Masih Banyak Masyarakat Tidak Paham Aturan di Medsos

SAMPIT, VOICEBORNEO.COM – Ketua DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur atau Kotim, Rinie Anderson mengatakan bahwa masih banyak masyarakat yang tidak paham akan aturan pengguna media sosial atau medsos.

Dia melihat banyaknya ketidakpahaman masyarakat yang mana batasan-batasan dalam bermedia sosial yang tidak melanggar aturan, sehingga terhindar dampak negatif medsos.

“Harus ada panduan dan garis-garis dalam bermedia sosial yangbaik.Karenabagaimanapun untuk penggunaan medsos ada aturan dan batasan-batasan,” kata Rinie pada Senin, 10 Januari 2022.

Rinie mengakui, medsos seakan-akan tidak lagi memperlihatkan bahwa sebagai warga timur yang berbudaya. Pasalnya, sumpah serapah hingga menyerang ke pribadi seseorang ataupun kelompok kerap dilakukan secara sporadis.

“Kadang apa yang disampaikan di medsos kerap sudah lewat batasan-batasan yang tertuang dalam ketentuan,” tegasnya.

Dia menyebutkan, kerap menemukan postingan yang berisikan fitnah ataupun sejenisnya, kepada seseorang.

Di satu sisi, dia melihat ini karena kurangnya edukasi dan pemahaman untuk pengguna medsos itu sendiri. Alhasil, apa yang dilakukan di medsos bisa berujung kepada tindak pidana.

“Salah satunya karena ketidaktahuan akan apa itu menghasut, fitnah, ujaran kebencian sebagimana yang ada di dalam UU ITE itu sendiri,”ujarnya.

Rinie menegaskan, jika kondisi pengguna medsos ini tidak diedukasikan maka dikhawatirkan dampak buruk kedepannya.(Red)

Total Page Visits: 927 - Today Page Visits: 1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *