Mengangkat Situs Budaya sebagai Potensi Pariwisata Kapuas
Kapuas – Pasangan calon bupati dan wakil bupati Kapuas nomor urut 4, Erlin Hardi, ST., dan Alberkati Yadi, yang mengusung jargon “CERDAS,” menekankan pentingnya pelestarian dan pengembangan situs budaya sebagai investasi pariwisata.
Salah satu fokus utama mereka adalah mengangkat potensi Huma Betang, situs budaya kearifan lokal yang berada di Desa Tumbang Bukoi, Kabupaten Kapuas, sebagai daya tarik wisatawan, baik lokal maupun mancanegara.
Huma Betang, rumah adat Dayak yang melambangkan kebersamaan dan kehidupan komunal masyarakat Dayak, memiliki nilai sejarah dan budaya yang tinggi. Pasangan CERDAS berencana untuk memperkenalkan lebih luas keberadaan Huma Betang sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Kapuas. Mereka percaya bahwa pelestarian situs budaya ini dapat menjadi kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat melalui sektor pariwisata.
Erlin Hardi menyatakan, “Desa Tumbang Bukoi memiliki potensi besar untuk menjadi tujuan wisata budaya yang mendunia. Huma Betang bukan hanya simbol budaya Dayak, tetapi juga dapat menjadi magnet bagi wisatawan yang tertarik akan keunikan dan kekayaan budaya lokal.”ucap Erli Hardi,Senin 7 Oktober 2024.
Disampaikan Erlin Hardi,selain mengembangkan situs budaya, pasangan CERDAS juga berencana untuk memperbaiki infrastruktur yang mendukung pariwisata di sekitar lokasi, termasuk akses jalan, fasilitas akomodasi, dan pusat informasi budaya.
“Program ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kunjungan wisatawan, tetapi juga memberikan dampak positif bagi perekonomian desa-desa sekitar,”ungkapnya.
Ditambahkan,Erlin Hardi putra daerah kelahiran Desa Pulau Keladan Kecamatan Mantangai itu,dengan fokus pada pelestarian budaya dan pengembangan pariwisata,diharapkan Kapuas dapat menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Indonesia.
“Kita mempromosikan kekayaan budaya Dayak ke panggung internasional agar Kabupaten Kapuas menjadi lebih dikenal luas,”ujarnya.
Sedangkan Alberkat menambahkan,pasangan adalah pasangan putra darah sungai Kapuas yang ingin membangun daerah agar sejajar dengn Kabupaten yang lain di Kalteng.
“Sudah saatnya putra daerah memimpin daerahnya sendiri dan lebih mengenal adat istiadat dan budaya sebagai investasi jangka panjang tanpa harus ketergantungan dengan Sumberdaya Alam(SDA),yang nantinya habis dan menimbulkan dampak lingkungan,”pungkasnya.

