Kejati Geledah Dinkes Barsel, Dugaan Korupsi Dana BOK 11 Miliar
BUNTOK, VOICEBORNEO.COM- Kejaksaan Negeri Tinggi (Kejati) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) di dampingi Kejaksaan Negeri (Kejari) Barito Selatan (Barsel) melakukan penyitaan dan penggeledahan, di Dinas Kesehatan (Dinkes) Barsel, tepatnya di ruangan bagian keuangan, karena adanya dugaan tindak pidana korupsi dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) tahun 2021 senilai kurang lebih 11 milliar, Jumat (19/8).
“Hari ini tim tindak pidana khusus kejati kalteng melakukan penggeledahan dan penyitaan. Hari ini masih dalam tahap DIK untuk penanganan kasus BOK tahun 2021,” ucap Kasidik Kejati Kalteng Evan, di wakili Kasi Intel Kejaksaan Negeri Barsel Antoni.

Dikatakannya, pihak kejaksaan negeri buntok pada tahap pengeledahan dan penyitaan ini, bertugas sebagai pendamping, agar bagaimana proses penyitaan berjalan dengan lancar.
“Tim kejati telah menyita sekitar dua box besar berisi berkas, satu layar monitor, satu CPU dan koper berwarna merah. Semua kita amankan, tak terkecuali seperti kwitansi kwitansi dan uang kas kecil. Untuk total dalam hal ini mencapai milliaran,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinkes Barsel drg. Daryomo Sukiastomo mengatakan, bahwa benar ada pemeriksaan dari pihak kejati kalteng dan menggeledah serta menyita beberapa barang dari Dinkes Barsel.
Kemudian lanjut dia, untuk angka dirinya tidak dapat menyebutkan secara pasti, namun di perkirakan total dana kurang lebih mencapai 11 milliar untuk BOK tahun 2021.
“Tapi ini masih proses, kalau kami tidak bisa juga menjudge. Intinya kita koperatif apapun hasilnya ke depan,” ungkapnya.
Dia juga membenarkan, bahwa ada sejumlah kas yang ikut disita dan proses administrasi akan terus berjalan walaupun ada beberapa kas yang belum di ketahui nominalnya di bawa oleh kejati kalteng.
“Karena masih belum ada berita acaranya jadi belum tahu nominalnya. Intinya kita koperatif aja, sejauh mana pemeriksaan dan apapun hasilnya,”tutupnya.
Menurut pantauan di lapangan, kejati kalteng yang memeriksa ruangan keuangan di Dinkes Barsel, mulai memeriksa kurang lebih dari pukul 10.30 WIB dan menurunkan personil sebanyak 11 orang untuk penanganan kasus tersebut.

