Guru SD di Kurun Tewas, usai Terlibat Tabrakan di Depan Sekolahnya yang Mengajar

PALANGKA RAYA, VOICE BORNEO.COM – Kecelakaan maut menimpa seorang guru yang masih aktif di SDN-2 Kurun, peristiwa itu terjadi di depan SDN-2 Kurun, Jalan Tamanggung Panji RT 01/RW1, Kelurahan Kurun, Kecamatan Kurun, Kabupaten Gunung Mas (Gumas), Minggu (22/5/2022) sekira pukul 16.20 WIB.

 

Seorang guru tersebut, sedang menunggangi motor Honda Scoopy, warna abu-abu (tanpa plat) Cahaya (54) warga Tamanggung Panji, yang tewas saat di RS, dan sementara cucunya AR(4) masih mendapati perawatan medis secara intensif di RSUD Palangka Raya.

 

Diketahui mereka berdua diseruduk, atau terlibat tabrakan pengedara motor Yamaha Jupiter Z KH 4632 TR, yang ditugangi TD (18) warga Jalan Perintis Tewah, dan ia tidak mengalami luka-luka dan selamat.

 

Data dihimpun dari masyarakat dan polisi, kala itu Cahaya bersama cucunya sedang melintasi jalan Temanggung Panji ke arah pasar, kemudian berdua ini berencana kearah kiri, menuju jalan T.H Umar.

 

 

Dari arah berlawanan, tiba-tiba datang sebuah motor Yamaha Jupiter Z dengan kecepatan tinggi. Karena, jarak antara keduanya terlalu dekat, sehingga terjadi benturan keras.

 

 

Akibatnya, pengedara motor Honda Scoopy mengalami luka-luka di tubuhnya saat sampai di RSUD korban menghembuskan nafas terakhirnya dan cucunya masih mendapatkan perawatan medis, dan pengedar motor Yamaha Jupiter Z tidak mengalami luka-luka dan selamat.

 

Saat dikomfirmasi, Kapolres Gumas AKBP Irwansah melalui Kasat Lantas AKP Azmi Halim Permana membenarkan peristiwa tabrakan yang terjadi Kelurahan Kurun itu.

 

“Ya mas, ada satu orang meninggal dunia, dan kejadian lakalantasnya kemarin sore dan sudah kita tangani,” ucap AKP Azmi Halim Permana, Senin (23/5/2022).

 

Sementara itu, tindakan yang diambil setelah menerima laporan, mendatangi lokasi kejadian mencatat saksi-saksi, mengevakuasi korban ke RSUD Kurun, dan mengamankan barang bukti.

 

Lalu, jelasnya, untuk faktor penyebab terjadinya kecelakaan itu, diduga karena kedua pengendara motor kurang hati-hati dan waspada, sehingga kejadian itu tidak bisa dihindari.

 

 

“Kalau kondisi jalan beraspal, persimpangan turunan dan minimnya rambu-rambu serta marka jalan, dan kerugian matril ditaksir mencapai Rp 1 juta,” tukas AKP Azmi.(Red-I)

 

 

 

 

 

 

 

Total Page Visits: 8432 - Today Page Visits: 1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *