Bacok Kepala Ahmad, Warga GBA Ini Diamankan Polisi
BUNTOK, VOICE BORNEO.COM – Akibat salah paham dan memiliki tempramen tinggi, Mutrianto warga Desa Kayumban, Kecamatan Gunung Bintang Awai (GBA), Kabupaten Barito Selatan (Barsel) harus berurusan dengan pihak kepolisian, karena telah membacok Ahmad Berkatulah, di kepala bagian belakang, sehingga mengalami luka yang cukup serius, Senin (27/9) pukul 22.30 WIB.
Awalnya, personil SPKT Polsek GBA mendapatkan informasi dari masyarakat, bahwa telah di temukan seseorang yang tegeletak di depan rumah salah satu warga, dengan keadaan luka di bagian kepala.
Setelah di lakukan penulusuran di Tempat Kejadian Perkara (TKP), teman korban bernama Biance Tornado memberikan keterangan, bahwa saat hendak membayar Bahan Bakar Minyak (BBM), di ruko simpang Desa Kayumban, Jl.PP Dinan, Tabak Kanilan
sekitar pukul 21.30, korban di datangi tersangka dan langsung membacok korban di bagian belakang kepala, dengan menggunakan pisau berukuran panjang.
Melihat kejadian tersebut, Biance langsung bergegas melarikan diri menggunakan sepeda motor dengan membawa korban yang telah mengalami luka dan mengeluarkan darah yang cukup banyak.
Setelah kabur dan merasa aman, Biance singgah dan membawa korban ke rumah salah satu warga Supiyati, yang berdekatan dengan Jembatan Desa Tabak Kanilan, di iringi jerit korban yang terbaring kesakitan.
Kapolsek GBA, AKP Rahmat Simamora mengatakan, bahwa benar telah terjadi penganiyayan cukup berat yang dilakukan oleh Mutrianto terhadap korban Ahmad Berkatulah.
“Untuk motif sekarang, dapat di simpulkan tersangka salah paham dan memiliki tempramen tinggi, sehingga melakukan hal tersebut,” ungkapnya kepada Voice Borneo.com, Selasa (28/9) pukul 13.32 WIB.
Akibat terjadinya pembacokan tersebut lanjut ia, korban langsung di larikan ke Puskesmas Tabak Kanilan. Namun, dengan luka yang cukup serius, akhirnya korban di larikan ke RSUD Jaraga Sasameh Buntok.
“Untuk barang bukti kita amankan pisau panjang (parang tanpa kumpang), satu buah topi milik korban yang robek akibat hunhsan pisau, dan pakaian korban yang berlumuran darah,”tutupnya.(S2)

