Lomba Tradisional Menjaga dan Melestarikan Kearifan Lokal
Kapuas – Suasana meriah menyelimuti peringatan Hari Jadi Kota Kuala Kapuas ke-219 dan Hari Ulang Tahun Pemerintah Kabupaten Kapuas ke-74 dengan digelarnya berbagai lomba permainan tradisional sebagai upaya menjaga dan melestarikan kearifan lokal,Kamis 24 April 2025.
Kegiatan ini diadakan di kawasan Panunjung Tarung dan Jalan Pati Rumbih sehingga mendapat sambutan antusias dari masyarakat yang melintas.
Beragam permainan tradisional seperti balogo, bagasing, manyipet, mamyawet, hingga lawang sekepeng menjadi daya tarik utama dalam perayaan tahun ini. Lomba-lomba ini tidak hanya menghibur, tetapi juga menjadi sarana pelestarian budaya lokal yang mulai jarang dimainkan oleh generasi muda.
Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Kapuas, Dr. Dra. Apollonia Septedy, MA., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata dari komitmen pemerintah daerah dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya daerah.
“Permainan tradisional adalah bagian dari identitas kita. Melalui lomba-lomba ini, kita ingin memperkenalkan kembali nilai-nilai budaya kepada masyarakat, khususnya generasi muda,” kata Apollonia.
Dengan adanya kegiatan ini, lanjut Dia,diharapkan semangat kebersamaan dan kecintaan terhadap budaya lokal semakin tumbuh di tengah masyarakat Kapuas. Pemerintah Kabupaten Kapuas pun berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan serupa di masa mendatang.
Lomba Balogo bagi dalam kategori Putra dan Putri ikuti 11 regu putri dan putra 39 regu.Sedangkan lomba Lawang Sekepeng di ikuti kategori Putra 23 pasang dan Putri 10 pasang dan Manyawet 12 peserta.
“Untuk lomba bagasing di ikuti 2 peserta Putri sedangkan peserta putra di ikuti puluhan peserta dan Menyipet 37 peserta putra dari Instasi dinas dan umum sedangkan putri 12 peserta,”terang Apollonia.
Kegiatan ini juga dimeriahkan dengan pertunjukan seni budaya, bazar UMKM, serta pameran kerajinan lokal. Para peserta lomba berasal dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar, komunitas budaya, hingga masyarakat umum.

