Ini Penjelasan Dinas PUPR-PKPP Terkait Ambruk Jembatan Terusan

Kapuas-Dinas Pekerjaan Umum Pemukiman dan Penataan Ruang Perumahan Pertanahan(PUPR-PKPP), menjelaskan penyebab ambruknya jembatan lengkung baja Terusan Raya dengan panjang 50 meter,lebar 6 meter dan pijakan besi 5,4 meter.

Bertempat di ruangan Aula Dinas PUPR-PKPP Jalan Tambun Bungai Kepala Dinas Drs.Yan Hendri Ale,MT.,didampingi Kepala Bidang Bina Marga Heni Mariaty,ST.MT.,bersama pihak kontraktor menjelaskan penyebab ambruknya jembatan Terusan Raya di Kecamatan Bataguh murni faktor alam yang mengakibatkan kontruksi tanah yang mengalami penurunan didasar sungai mengingat kondisi jembatan yang sudah mangkrak selama 10 tahun dan baru di mulai lanjutan pekerjaan di tahun 2024.

“Memang kondisi tanah mengalami penurunan sehingga jembatan dalam proses pancang lengkungan baja terjadi ambruk pada saat pekerjaan sudah selesai bekerja dan pulang ke Basecamp,” kata Yan Hendri Ale,Senin 23 Februari 2025.

Disampaikan Kepala Dinas PUPR-PKPP, bahwa memang ada titik sampel tanah sudah di lakukan walau pun belum tidak keseluruhan pada titik lokasi jembatan.Sehingga pasa saat setingan lengkungan rangka baja dan titik koordinat landai jembatan dimana beban yang di timbulkan membuat tiang pancang mengalami penurunan akibat pergeseran tanah.Tetapi kondisi di lapangan masih ada 1 tiang berdiri dengan kokoh.

“Kita tidak pungkiri akibat beban dari rangka baja jembatan dengan posis kemiringan dengan cara didongkrak sehingga terlihat miring pada hal itu dalam proses memasang rangka jembatan,” terangnya.

Maka itu lanjut Yan Ale,pengangkatan rangka baja dari dalam sungai melibatkan pihak pabrikan untuk kelayakan untuk di gunakan kembali.Tetapi pihak kontraktor berjanji untuk menyelesaikan pembangunan jembatan dalam waktu 60 hari kalender.

“Memang kita akui jembatan ini,merupakan akses penting bagi masyarakat di 7 desa yang selama ini masih mengandalkan transportasi sungai,” ungkapnya.

Diharapkan,proses pengangkatan rangka baja sesuai dengan petunjuk Bupati Kapuas HM Wiyatno,selama 10 hari sudah selesai.Sehingga aktifitas masyarakat kembali normal dan penyelesaian pembangunan jembatan juga rampung tepat waktu.

“Kami berharap pihak kontraktor menyelesaikan pembangunan jembatan selesai tepat waktu sehingga pembangunan infrastruktur jalan bisa di rencanakan untuk menunjang aktivitas masyarakat,” pungkasnya.

Total Page Visits: 462 - Today Page Visits: 1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *