KKG PJOK 2 Kecamatan Curhat Kepada Pj Bupati Kapuas
Kapuas – Kelompok Kerja Guru (KKG) Pendidikan Jasmani Olahraga Kesehatan (PJOK) Kecamatan Selat dan Mantangai, Kabupaten Kapuas menyampaikan curhatan hatinya kepada Pj Bupati, Erlin Hardi, S.T terkait infrastruktur olahraga dan rumah dinas guru.
Kegiatan pertemuan KKG PJOK yang dipusatkan di SDN 7 Selat Hilir dihadiri Pj Bupati Kapuas, Erlin Hardi didampingi Pj TP PKK, Agustina Erlin Hardi, S.Pd bersama Kepala Dinas Pendidikan, Drs Aswan, M.Si bersama istri.
Erlin Hardi mengatakan, kegiatan kelompok kerja guru pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan yang diikuti oleh Kecamatan Selat dan Mantangai sebagai salah satu upaya para guru untuk berbagi informasi dan melakukan evaluasi untuk kemajuan dunia pendidikan.
“Dengan adanya pertemuan dari KKG PJOK dapat memecahkan suatu masalah dan menemukan solusi agar kemajuan dunia pendidikan untuk PJOK sendiri lebih berkembang mengikuti zaman,” ucap Pj Bupati Kapuas, Erlin Hardi, Selasa (27 Februari 2024).
Disampaikannya bahwa bukan saja pertemuan yang dilakukan tetapi juga dilaksanakan diskusi ada berapa hal yang disampaikan kepada pemerintah daerah untuk memperhatikan infrastruktur dan fasilitas olahraga.
“Saya sudah sampaikan kepada Kepala Dinas Pendidikan untuk dianggarkan pada Anggaran Belanja Tambahan (ABT) 2024,” ungkapnya.
Untuk itu lanjut Erlin Hardi yang juga berlatar belakang keluarga pendidik itu, pemenuhan sarana-prasarana olahraga agar menunjang aktivitas belajar mengajar bagi guru PJOK dan siswa. Sehingga meningkatkan tumbuh kembang anak-anak yang berprestasi di bidang olahraga.
“Bukan saja sarana-prasarana olahraga menjadi perhatian pemerintah daerah tetapi rumah dinas juga akan menjadi perhatian. Tetapi dilakukan identifikasi dimana saja yang memang dibutuhkan, karena tidak semua di bangun tetapi dilihat skala prioritas,” ungkapnya.
Diharapkan kepada seluruh guru di Kabupaten Kapuas untuk meningkatkan mutu pendidikan, salah satunya meningkatkan kompetensi diri dengan menggali pengetahuan melalui bimbingan teknis, KKG dan melakukan kaji banding ke daerah lain untuk mencontohkan kemajuan dari aspek dunia digitalisasi.
“Bapak, ibu guru akan lebih kompeten apabila menggali pengetahuan melalui studi banding ke daerah lain sebagai bahan referensi dan melalui KKG. Bisa melakukan diskusi untuk menyelesaikan suatu masalah,” pungkasnya. (RED)

