Puskesmas Di Kecamatan Akan Menjadi Ujung Tombak Transformasi Bidang Kesehatan
SAMPIT – Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Umar Kaderi menyebut, Puskesmas di kecamatan akan menjadi ujung tombak transformasi bidang kesehatan.
“Transformasi bidang kesehatan akan segera dilakukan yaitu serentak pada Januari 2024 mendatang.Pada transformasi itu ada 6 pilar, salah satunya adalah layanan primer,” kata Umar Kaderi, Minggu 12 November 2023.
Transformasi bidang kesehatan ada enam pilar. Pertama, transformasi layanan primer, kedua layanan rujukan, ketiga sistem ketahanan kesehatan, keempat sistem pembiayaan kesehatan, kelima sumber daya manusia (SDM) kesehatan, dan keenam teknologi kesehatan Disampaikan, saat ini pihaknya tengah mempersiapkan untuk melakukan transformasi di bidang kesehatan khususnya pada layanan primer yang menjadi pilar pertama. “Nantinya layanan primer ini ujung tombaknya adalah teman-teman puskesmas di kecamatan dan desa ada kolaborasi antara Puskesmas,” ucapnya.
Puskesmas sebagai layanan kesehatan pertama memiliki posisi yang paling dekat dengan masyarakat. Ini memungkinkannya menyediakan akses kesehatan esensial yang terjangkau dengan prinsip praktis, ilmiah, dan dapat diterima secara universal. Selain itu juga karena transformasi layanan primer dalam penerapannya memiliki fokus memperkuat aktivitas promotif preventif untuk menciptakan lebih banyak orang sehat, memperbaiki skrining kesehatan serta meningkatkan kapasitas layanan primer.
“Salah satunya meningkatkan kapasitas dan kapabilitas layanan primer, dengan melakukan revitalisasi network dan standarisasi layanan di Puskesmas, posyandu, dan kunjungan rumah, ” ucapnya. Dirinya berharap dengan adanya transformasi tersebut semua masyarakat bisa dijamin kesehatannya, karena keterlibatannya. Pasalnya, sasaran dari transformasi kesehatan adalah siklus hidup yaitu mulai dari hamil, kemudian melahirkan, bayi, anak balita, remaja, dewasa sampai lansia.
“Semuanya akan tercover di dalam pelayanan kesehatan yang dilakukan oleh petugas kesehatan di Puskesmas maupun yang ada di Posyandu. Sehingga hasil dari skrining itu kita bisa memotret bagaimana kondisi kesehatan seseorang, seandainya yang bersangkutan ada indikasi sakit maka langsung dilakukan penatalaksanaannya dan pengobatannya langsung diawasi oleh teman-teman Puskesmas. Sementara yang sehat tetap kita memberikan penyuluhan untuk tetap menjaga kesehatan. Sehingga ini kesehatan masyarakat di Kotim lebih baik lagi,” tutupnya.(RED)

