PT TAM bersama Distrasnakerkop-UKM Adakan Konsultasi Publik, Ini Tujuannya
KUALA KURUN, VOICE BORNEO.COM – Saat ini, perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan yakni PT Tajahan Antang Mineral (TAM) di Kabupaten Gunung Mas (Gumas) bersama Dinas Transmigrasi, Tenaga Kerja, Koperasi dan Usaha Kecil Menegah (Distrasnakerkop-UKM) sedang melaksanakan konsultasi publik yang diikuti oleh masyarakat disekitar perusahaan tersebut.
General Manager (GM) PT TAM Gumas I Putu Yudiantara mengatakan, adanya konsultasi publik yang dilaksanakan ini sebagai rencana induk pengembangan dan pemberdayaan masyarakat (RIPPM) juga sebagai landasan blue print, yakni pemerintah di daerah setempat.
“Pada sektor pertambangan ini adalah suatu kewajiban, dan diukur progresnya baik dari Kementerian ESDM, maupun dinas-dinas terkait seperti ketenagakerjaan, kesehatan, lingkungan jadi disini peran masyarakat sangat dibutuhkan untuk memberikan masukan di dalam konsultasi publik dan menklaborasikan progam yang ada di desa,” ucap I Putu Yudiantara, Rabu (28/9/2022).
Sedangkan, kata dia, desa yang berdampak langsung itu seperti di Desa Tumbang Tambirah, terkait industri pertambangan inilah poin utamanya. Tentu, sambung dia, sesuai arahan yang disampaikan oleh Dirjen ESDM meminimalkan. Walaupun dampak tersebut akan terjadi, tetapi bagaimana meningkatkan dampak positif yang ada di masyarakat.
“Misalnya penyerapan tenaga kerja, kedua bagaimana perusahaan berperan aktif dalamnya seperti kesehatan, pendidikan, dan pengembangan infrastruktur di daerah, serta meminimalkan dampak seperti debu dan suara kebisingan tapi kita cukup jauh dari desa sekitar 1,5 km,” ujarnya.
Sementara untuk usulan desa, kata GM ini menambahkan, pihaknya sudah berdiskusi dengan aparat desa, dalam melakukan penyusunan program-program itu, dan itu sudah disampaikan didalam matrik. Tinggal, diklaborasikan sehingga mana yang menjadi prioritas dalam tahun-tahun berikutnya, sebab perusahaan juga tentunya mempunyai keterbatasan.
“Kami juga sudah sampaikan ke ESDM, berapa nilai-nilai yang bisa diberikan kepada desa secara langsung. Lalu untuk penyerapan tenaga kerja dari tenaga lokal sekarang kita hampir ada 30 orang, dan kami sudah melakukan pelaporan setiap bulan ke dinas,” terang I Putu Yudiantara.
Sementara itu, Sekertaris Distrasnakerkop-UKM Gumas Alfred Segah menjelaskan, terkait adanya konsultasi publik yang dilaksanakan oleh PT TAM ini, pihaknya sangat apresiasi yang telah dilakukan. Sehingga ada beberapa poin yang ditangkap di kegiatan itu.
“Kita juga menangkap ada beberapa poin tadi, dari pihak manajemen mengenai tenaga kerja, dan kita akan mengakomodir itu sehingga kita akan bekerjasama dengan pihak BLK di Kaltim, kemungkinan di tahun depan, kita akan mengirim dari desa terdekat dan juga diakomodirnya UKM seperti pengadaan sayur, ayam dan telur, serta pihak terkait,” tandasnya.(Red)

