Listrik Sering Padam, Maneger PLN : Tiga Mesin Emergency dan Masyarakat Sebut Tidak Konsisten
KUALA KURUN, VOICE BORNEO.COM – Hampir selama satu Minggu pada bulan Juni 2022 ini, pasokan listrik di ibukota, Kabupaten Gunung Mas (Gumas) yakni di Kuala Kurun dan sekitarnya mengalami kekurangan pasokan sehingga listrik sering padam.
Hal itulah, banyak kalangan masyarakat mengeluh dan menyebut perusahaan listrik negara (PLN) Kurun, tidak konsisten dengan jadwal yang telah ditentukan dan dikeluarkan oleh pihak tersebut.
Namun, Maneger PLN Kurun Mekka Iriyandie menepis anggapan masyarakat tersebut, bahwa mesin pembangkit listrik yang menghasilkan tenaga listrik di unit tiga, dalam masa MO, hal tersebutlah yang membuat lampu terjadi pemadaman. Yang mana, mulai dilakukan hal itu pertanggal 30 Mei lalu.
“Jadi setiap mesin pembangkit listrik itu ada jatah waktunya, nah ternyata saat MO unit tiga itu lepas, otomatis beban yang mesin yang lain full pemakaian dan tidak ada waktu istirahat, contohnya seperti kita bawa motor mesinnya panas otomatis minta istirahat, dan ternyata mesin di unit dua ikut sakit, dan begitu juga diunit lima ikut ngambek,” kata Mekka Iriyandie, Selasa (7/6/2022).
Jadi kondisi sekarang ini, jelas dia, kondisi mesin tersebut ada satu unit mengalami overhaul. Sehingga di dua unit terjadi pemeliharaan emergency, karena kerusakan itu lumayan maka mesin dilepas tiga unit.
Memang diakui dia, terkait jadwal padam berubah-ubah, memang saat awal diprediksi hanya satu unit saja yang dan dijadwalkan padam. Tetapi kenyataannya, ada tambahan dua unit mesin yang mengalami emergency.
“Kami mohon maaf kepada masyarakat, jadi sebenarnya kami tidak main-main dengan jadwal dan atau kami korupsi minyak, justru kalau kami tidak jualan listrik maka kami yang rugi, dan minyak itu buat kami hidupkan mesin untuk listrik yang akan kami jual ke masyarakat,” ujarnya.
Terpisah, Masyarakat Kurun Stubie terkait sering padamnya lampu ia mengaku, bahwa PLN Kurun tidak konsisten dengan jadwal yang telah ditentukan oleh pihak tersebut. Sehingga, dirinya pun merasa tidak nyaman. Pasalnya, listrik yang kadang-kadang hidup mati dapat membuat kerusakan pada alat elektronik miliknya.
“Akibat sering hidup-mati di listrik itu menyebabkan alat elektronik kami rusak, karena pada saat awal listrik itu hidup tidak stabil, jadi kalau bisa jadwal itu harusnya sesuai dengan pengumuman.
Selain itu, jelas dia, yang rugi itu terutama bagi mereka yang membutuhkan listrik seperti pemilik salon kecantikan, photo copy dan warga yang memiliki gedung walet pun ikut mengalami kerugian.
“Yang jelas kami rugi, seperti kami yang memiliki gedung walet, warga kita yang memiliki salon kecantikan, tukang gunting dan lainnya, dan kami berharap kalau rusak diumumkan berapa hari mati, sehingga kami bisa bersiap-siap,” akui dia.(Red)

