Dituding Hoax oleh Kadis PUPR Barsel, Menteng Asmin: Tuntut Saja Saya Siap
PALANGKA RAYA – Dituding menjadi nara sumber berita Hoax atau berita bohong, terkait hutang pengerjaan rehab gedung PUPR sebesar Rp 76 juta pada tahun 2020, oleh Kepala Dinas PUPR Kabupaten Barito Selatan (Barsel) Ita Minarni. Menteng Asmin selaku Direktur LSM Law Developmen Wach, mengaku siap apabila dituntut ke pihak berwajib.
“Parah saya dibilang hoax, jadi apabila dituntut saya siap. Tapi karena mereka menjanjikan proyek di tahun 2023 yang langsung di telepon oleh Kadis PUPR nya, tidak mungkin juga mereka menuntut. Karena saya sudah bekerja juga dulu, cuma belum dikontrakan saja,” kata Menteng Asmin kepada Voice Borneo, Rabu (27/4/22) saat ditemui di depan cafe miliknya di Kota Palangka Raya.
Dirinya mengungkapkan, memang proyek yang didalam kontrak pengerjaan kantor PUPR Barsel itu sudah dibayar full 100 persen.
“Cuma ada pekerjaan proyek yang disuruh duluan dikerjakan diluar kontrak dengan alasan mendesak, dengan saya dijanjikan akan dibayarkan dengan usulan paket proyek tahun berikutnya (tahun 2021-red). Saya sebagai kontraktor karena mau kerja ya kerja dulu, nanti baru diusulkan yang Rp 76 juta itu di proyek berikutnya,” ungkapnya.
Saat ditanyakan apa dasar dirinya berani mengatakan akan membongkar kantor tersebut, dirinya mengatakan karena sudah mengerjakan namun belum diusulkan, dan dijanjikan akan diusulkan nantinya.
“Belum dibuat kontraknya baru mau diusulkan, tinggal bikin kontrak saja mungkin ada tambahan-tambahan nanti. Umpamanya Rp 300 juta dipotong yang sudah dikerjakan dan ada lagi untuk yang belum nanti, ini yang belum dikontrakan. Tapi karena dijanjikan tahun 2021 tidak ada anggaran karena Covid dan begitu juga tahun 2022, ok saya tunggu saja sampai tahun 2023 nanti,” tandasnya.
Lalu, saat ditanyakan apakah dirinya pasti akan diberikan proyek pada tahun 2023 nanti, lantaran Bupati Barsel sudah berganti dengan Penjabat (Pj) Bupati, dirinya menyatakan mungkin akan ada pesanan dari Kadis ke PJ Bupati.
“Mungkin ada pesan-pesannya buat Pj nanti dari Ibu Kadis PUPR, biar nanti di programkan,” ucapnya.
Dirinya pun menyatakan terserah, apabila dibilang membuat hoax atau tidak dalam permasalahan ini, karena dirinya menganggap itu relatif.
“Yang pasti saya sudah konfirmasi dengan mereka, karena saya pemain proyek kan, saya dijanjikan suatu proyek janji itu dilaksanakan atau tidak terserah. Karena namanya janji-janji itu kan gampang aja. Kita tunggu aja kan janji itu, walaupun prosedur kita ikuti belum tentu juga dapat, namanya panitia-panitia mereka semua kan,” pungkasnya mengakhiri.(red)

