Operasi Zebra Telabang 2021 Upaya Tingkatkan Kesadaran Pengendara

BUNTOK, VOICE BORNEO.COM – Polres Barito Selatan (Barsel) memfokuskan Operasi Zebra Telabang 2021 sebagai operasi yang bertujuan meningkatkan kesadaran para pengendara akan pentingnya keselamatan berlalu lintas dan mematuhi protokol kesehatan.

Kapolres Barsel AKBP Agung Tri Widiantoro, SIK melalui Wakapolres Kompol Asdini Pratama Putera, SIK setelah pelaksanaan apel gelar pasukan pelaksanaan Operasi Zebra Telabang Tahun 2021, di Mapolres Barsel, Voice Borneo.com, Senin (15/11).

Diungkapkannya, sasaran operasi yang akan di laksanakan sejak tanggal 15 sampai dengan 28 November 2021 itu, adalah pengendara roda dua maupun roda empat.

Hal itu, di sebabkan masih situasi pandemi serta rendahnya angka vaksinasi Sars-Cov-2 itu di Barsel, yakni sekitar 43 persen dari target sebesar 50 persen hingga akhir tahun. Maka khusus di wilayah tersebut, Polres akan memfokuskan operasi pada kepatuhan masyarakat terhadap prokes dan pelaksanaan vaksinasi.

“Karena masih pandemi Covid-19 di Barsel ini, ada yang harus di laksanakan yaitu menurunkan angka Covid-19 dan juga meningkatkan total vaksinasi,” terangnya.

Karena, dari informasi yang didapat, sekitar 43 persen pencapaian, sedangkan dari pemerintah targetnya mencapai sekitar 50 persen sampai akhir tahun 2021

Terkait hal itu, perwira menengah polisi berpangkat satu melati ini mengatakan, bahwa operasi kali ini lebih kepada pelaksanaan kegiatan-kegiatan simpatik untuk membantu meringankan beban masyarakat dalam menghadapi dampak pandemi.

“Untuk kegiatan yang dilaksanakan sampai tanggal 28 ini, yang semulanya ada penindakan hukum yaitu tilang, tapi ini 100 persen ditiadakan dan dialihkan kepada kegiatan-kegiatan simpatik untuk masyarakat Barsel,” tukasnya.

“Seperti pembagian masker, bakti sosial dan juga kegiatan-kegiatan lainnya untuk membantu masyarakat yang terdampak Covid-19 yang sempat terjadi di kabupaten Barsel ini,” sebutnya.

Sebelumnya, apa yang disampaikan oleh Wakapolres, selaras dengan pesan Kapolda Kalimantan Tengah, Irjen Pol. Drs. Nanang Avianto yang ia bacakan pada saat pelaksanaan apel gelar pasukan.

Dalam pesannya tersebut, Kapolda mengatakan bahwa permasalahan di bidang lalu lintas dewasa ini berkembang dengan cepat dan dinamis. Hal ini merupakan konsekuensi dengan meningkatnya jumlah kendaraan bermotor dan populasi penduduk yang memerlukan alat transportasi sebagai sarana mobilitas dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.

Modernisasi ini perlu diikuti dengan inovasi dan kinerja Polri khususnya Polantas, sehingga mampu mengantisipasi segala dampak yang akan timbul dari modernisasi transportasi tersebut. Polantas terus berupaya menjalankan program Kapolri yang disebut Presisi, Prodiktif, Responsibilitas, Transparansi Berkeadilan.

Sesuai dengan amanat UU Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, ada empat hal yang harus menjadi target, yakni mampu mewujudkan dan memelihara keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran berlalu lintas.

Kemudian, meningkatkannya kualitas keselamatan dan menurunkan tingkat fatalitas korban laka lantas. Membangun budaya tertib berlalu lintas dan terakhir adalah meningkatkan kualitas pelayanan kepada publik.

“Keempat hal itu memiliki kompleksitas yang tidak bisa ditangani oleh Polantas sendiri. Sinergitas antar pemangku kepentingan menjadi sangat mendasar dalam menemukan akar masalah dan solusinya yang harus diterima dan dijalankan oleh semua pihak,” tukasnya.

Salah satu fokus perhatian saat ini adalah keselamatan bagi para pengguna jalan, karena keselamatan adalah yang pertama dan utama dalam berlalu lintas.

“Dalam konteks ini, lalu lintas dapat dipahami sebagai urat nadi kehidupan, cermin budaya bangsa dan cermin tingkat modernisasi,” imbuhnya.

Menurutnya, keselamatan berlalu lintas memang sering diabaikan bahkan tidak dianggap penting. Hal itu dapat ditunjukkan dari poltical will pengguna lalu lintas. Kesadaran pengguna lalu linta, baik pejalan kaki, pengguna kendaraan bermotor maupun pengguna jalan lainnya masih rendah.

Lebih dalam, Dari data laka lantas di wilayah Polda Kalteng berdasarkan aplikasi IRSMS (Intergrade Road Safety Management System), pada tahun 2020 terjadi peristiwa laka sebanyak 711 kasus dengan jumlah meninggal dunia sebanyak 270 orang, 84 orang luka berat dan 697 orang lainnya luka ringan. Meskipun jumlah tersebut turun sebanyak 253 kejadian atau 26 persen bila dibandingkan dengan 2019 yakni sebanyak 964 peristiwa laka, namun jumlah tersebut masih terbilang cukup tinggi.

Walaupun begitu, karena saat ini kondisi masyarakat disulitkan oleh pandemi Covid-19 yang belum juga berakhir, pelaksanaan operasi Zebra kali ini selain untuk menertibkan masyarakat dalam hal berlalu lintas, Polri juga dituntut untuk menjaga disiplin masyarakat dalam mematuhi protokol kesehatan.

Dengan target operasi, antara lain segala bentuk perilaku, kegiatan dan lokasi/tempat yang dapat menyebabkan terjadinya laka lantas, meningkatkan fatalitas korban laka lantas, rawan bencana alam serta terjadinya penyebaran virus Covid-19.

“Hal ini tersebut dilakukan guna mencegah penyebaran Covid-19 serta mewujudkan Kamseltibcar Lantas yang mantab,” ungkapnya.

Adapun sasaran operasi Zebra Telabang tahun 2021 ini adalah segala bentuk kegiatan masyarakat yang tidak mematuhi protokol kesehatan sehingga berpotensi menjadi cluster baru penyebaran Covid-19.

“Kemudian, masyarakat yang tidak disiplin berlalu lintas, lokasi rawan macet, pelanggaran dan laka lantas serta rawan kerumunan. Terakhir adalah lokasi rawan bencana alam,”tutupnya.(S2)

Total Page Visits: 342 - Today Page Visits: 2

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *